Joint Monev Program USAID MADANI di Boyolali

Monev Program LKTS dan USAID MADANI

USAID bersama Kementerian Hukum dan HAM melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program USAID MADANI di Kabupaten Boyolali. Monev dilakukan dengan melakukan kunjungan dan diskusi dengan para pihak terkait dalam Program USAID MADANI yang meliputi Pemerintah Daerah, Desa Piloting dan LKTS serta Formmad. Monev ini dilakukan dengan tujuan untuk memantau perkembangan dan capaian pelaksanaan program sampai saat ini. Rangkaian pertemuan dalam Monev ini dilakukan pada rabu, 13/7/22.

Pertemuan dan diskusi pertama dilakukan bersama Pemda Kabupaten Boyolali. Diskusi berlangsung di Gedung Lembu Sora Setda boyolali yang dihadiri oleh Sekda Boyolali, H. Masruri yang didampingi oleh kepala OPD Pemda Boyolali. Diantaranya BP3D, Dinas Kesehatan, Dispermasdes, Bakesbangpol Kabupaten Boyolali.
Dalam sambutanya, Sekda Kabupaten Boyolali menyatakan mengapresiasi Program USAID MADANI di Boyolali. Menurutnya, program ini telah banyak membantu pemerintah Kabupaten Boyolali untuk meningkatkan kualitas Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (KIBBLA) melalui pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatannya.
“Laboratorium Program USAID MADANI di Boyolali yaitu di Desa Seboto dan Desa Sampetan berjalan dengan baik, pemberdayaan masyarakat untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan KIBBLA berjalan. Kolaborasi parapihak juga berjalan dengan dukungan Pertamina di kedua Desa tersebut” terangnya.
Kunjungan dan diskusi selanjutnya ke lokasi piloting, yaitu di Desa Sampetan Kecamatan Gladagsari. Diskusi ini berlangsung di Taman Arboretum Desa Sampetan. Diskusi di lokasi piloting ini diikuti oleh semua pihak antara lain; OPD terkait, Camat Gladagsari, Kepala Puskesmas Gladagsari, Kepala Desa Sampetan dan Kepala Desa Seboto, Tim Desa Siaga KIBBLA kedua desa, Bidan Desa serta LKTS dan Formmad.
Para pihak di lokasi piloting menyampaikan perkembangan dan manfaat yang dirasakan dari Program USAID MADANI. Kepala Desa Seboto, Kamali menyampaikan Program USAID MADANI melalui LKTS telah memberikan peningkatan pemahaman akan peran pemerintah desa untuk lebih memperhatikan kesehatan ibu dan bayi. Kepedulian itu dituangkan dalam kebijakan dan anggaran yang harus dikontribusikan oleh desa untuk peningkatan KIBBLA tersebut.
“Program ini telah meningkatkan pemahaman kami bahwa desa harus memberikan perhatian pada kesehatan ibu dan bayi. Kita tidak boleh membiarkan saja tanggungjawab itu kepada masing-masing individu. Sehingga pada program ini desa telah meningkatkan anggaran untuk peningkatan kesehatan dan uapaya penurunan AKI/AKB”tegasnya.
Sementara Bidan Desa Sampetan, Bidan Atik mengaku Program USAID MADANI denganpendekatan Desa Siaga KIBBLA ini telah banyak membantu pekerjaanya. Desa Siaga yang dijalankan dengan penguatan peran Kader Desa Siaga ini telah membantu Bidan dalam pendataan, pemantauan dan pendampingan ibu hamil.
Apalagi dengan kolaborasi dan dukungan dari pihak Pertamina di desa menambah semangat para kader kesehatan untuk melakukan kegiatan dan pendampingan kepada masyarakat. Pertamina juga memfasilitasi sarana prasarana kesehatan untuk Posyandu.
“Kami sangat terbantu dengan peran para kader kesehatan Desa Siaga KIBBLA. Melalui peran mereka dengan pendataan, pemantauan dan pendampingan kami bisa lebih awal mendeteksi ibu hamil yang mungkin mempunyai resiko. Sehingga pendampingan dan penanganan dapat dilakukan sejak dini mungkin. Selain itu, kami juga terbantu untuk sosialisasi dan penyadaran kepada ibu hamil untuk lebih meningkatkan kesehatan kehamilannya” jelasnya.
Selain dengan para kader kesehatan, tim Monev USAID juga berdiskusi dengan LKTS selaku mitra uatama dan Formmad. Diskusi dilakukan dalam rangka memantau perkembangan dan capaian pelaksanaan Program USAID MADANI di Boyolali.
Lutfi Ashari, USAID Indonesia menyatakan senang jika program yang didukungnya bermanfaat untuk masyarakat. Kolaborasi para pihak untuk keberlanjutan program perlu terus dilakukan.